
Kehadiran kita bisa melihat cakrawala dunia yang begitu luas, indah, tak terbatas, dan segala apa yang kita rasa. Dimana saat hati yang tak pernah dusta selalu menyimpan sejuta asa dari apa yang ada, merupakan sebuah realita yang terkadang kita tak dapat memahaminya.
perjalanan sang insan yang terus dan akan selalu dalam setiap hembusan nafasnya, dalam setiap gerak dan langkahnya diikuti oleh sang waktu, dan bahkan kita yang akan diatur olehnya, dimana kita tak dapat menaklukannya.
Bahagia yang selalu diiringi senyum, tawa, lega atau duka yang menciptakan air mata, kegelisahan dan penyesalan yang selalu tersirat ataupun kadang tersimpan dalam lubuk hati adalah bentuk dari semua kehidupan yang selalu datang silih berganti dan kadang tak terduga kapan dan dimana kita bisa mengalaminya.
Tentunya..... setiap gerak langkah, kita harapkan selalu ringan untuk dilakukan, helaan nafas terasa lega kita hirup dan pada saat kita hembuskan, bukan sebuah kepenatan dan kekakuan bahkan kegalauan yang kita rasakan.
Mungkin, kita pernah mengalami saat hati kita berontak, fikiran menggelayut dengan segala unek yang ada, dan bibir mengoceh terdengar tak jelas, dan itu... hanya kita yang tahu dan hanya kita yang rasakan.
Bukankah setiap insan berhak bahagia? berhak mendapatkan sebuah kebebasan diri? dan berhak untuk tertawa lepas hingga urat nadi merentang?
Lantas.... mengaka kita tak mampu tersenyum simpul, slalu sesak menahan derita pilu yang 'ntah apa yang harus diperbuat?
Sudah tak bisa ditafik lagi bahwa setiap kita selalu dan pasti mengharapkan kebahagiaan, bahkan sudah barang tentu kebahagiaan kekal yang tuhan tawarkan, Syurga.
Dan sebenarnya kalau bisa jujur pada diri kita, pada hati kita, ada jalan untuk menempuh kesana dan kita tau harus melalui dari mana dan tetap akan terbuka lebar buat siapa saja tanpa ada terkecuali.
dan sebenarnya kitapun mengetahui, jalan suram yang selalu melambai-lambai mengajak ke jurang kenistaan dan kebahagiaan yang semu selalu kita lalui. lantas apa sekarang kita masih mau pergi kesana?


So... pilih jalan mana?
BalasHapus